LApedia - Persela Lamongan sangat mengkhawatirkan peforma para pemainnya di saat libur kompetisi yang tanpa diketahui dimana ujungnya. Keraguan staf pelatih Persela dengan memberikan waktu libur terlalu lama untuk pemainnya, akhirnya mengambil langkah antisipatif di waktu kosong. Langkah tersebut ditempuh Persela dengan cara meminimalisasi libur latihan sekaligus memprogramkan uji coba.
Langkah tepat tersebut dimanfaatkan untuk menjaga kondisi dan sentuhan pemain untuk menatap bergulirnya lanjutan kompetisi yang sempat terhenti kini. Meski tak tahu kapan liga dilanjutkan, pelatih ingin tim Lamongan ini siap untuk bertarung kapan saja.
Didik Ludiyanto selaku asisten pelatih Persela, menuturkan bahwa rencana memastikan tim untuk siap kembali dengan kondisi yang baik sebelum laga kompetisi dijalankan kembali, memang libur waktu yang kini terjadi membuat performa dan kondisi punggawa Persela menurun.
Sebenarnya Persela nyaris dinaungi keberuntungan dengan penundaan jadwal QNB League awal April. Dimana Persela berpotensi melakoni empat laga home berturut-turut, namun ternyata laga kontra Semen Padang dibatalkan dan kompetisi terhenti karena kepengurusan badan liga yang tak jelas.
Untuk itu, di waktu libur kompetisi yang terhenti, demi menjaga kebugaran dan gairah, tim Laskar Joko Tingkir akan menggunakan waktu luang yang ada untuk melakoni uji coba, kabarnya pengurus Persela merancang sejumlah uji coba, dan sasaran rancangan tersebut adalah tim dari Divisi Utama.
Didik melanjutkan, bahwa langkah serupa sudah pernah dijalani Persela saat penundaan
kompetisi pada awal April lalu. Langkah tersebut Persela jalani dengan melawat ke markas PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta dengan hasil dua kali imbang 1-1. Namun, kali ini Persela akan mencari lawan uji coba dari wilayah Jawa Timur.
Manajemen dan pelatih pun sepakat melanjutkan program rutin tim selama liga tertunda dengan segala pertimbangan kondisi tim dan profesionalisme para pemain. Hal ini menjadikan suatu motivasi untuk mengajak pemain tetap menjaga performa dan semangat tanding.
Selain itu, pengurus juga mengingatkan agar tetap bertanggungjawab terhadap profesi, dengan menjaga kondisi dan performa pemain serta tetap menatap bergulirnya laga resmi kembali.
LApedia - Laga Indonesia Super League (ISL) yang akan bergulir tidak lama lagi, dalam waktu luang Persela Lamongan mengantisipasi persoalan tentang tunggakan gaji. Persoalan yang lalu menjadi sorotan bagi Persela pada masa lalu yang selalu diterpa problema tunggakan gaji pemain. Untuk kali ini sebelum laga resmi dibuka dan bergulir, managemen Persela Lamongan berusaha ingin aman dari hal itu.
Dengan usaha penuh dan maksimal, kini Persela memiliki kiat serta cara khusus untuk masalah tunggakan gaji pemain agar tidak ada lagi dan terulang lagi di ISL 2015 mendatang. Persela pun membeberkan kiat khusus tersebut, bahwa cara paling jitu yang dilakukan Persela guna mengantisipasi adalah dengan memberikan batasan soal gaji pemain. Cara tersebut dengan tegar diutarakan managemen dengan rasa optimisme.
Dan kini dalam waktu luang sebelum ISL 2015 bergulir, dari daftar pemain persela tidak ada satupun nilai kontrak pemain lokal maupun impor yang mencapai 1 milliar.
Muji selaku managemen Persela menuturkan, bahwa kontrak yang terjalin tidak ada yang sampai menginjak 1 milliar. Pemain asing David Pagbe, Balsa Bolzovic dan Pedro Javier pun kontraknya masih dibawah 1 milliar. Dan para pemain tidak ada yang mengeluhkan kebijakan rasional tentang gaji ini. Pemain asing hanya berharap agar bermain dengan performa bagus.
Di musim lalu Persela memang mendapati masalah dengan tunggakan gaji pemain hingga mencapai Rp 200 juta. Masalah tersebut Persela alami dikarenakan pada musim lalu terdapat kontrak pemain denhgan gaji tinggi atau 1 milliar.
Kini Persela dengan skuad barunya mencari pola permainan terbaik dengan menjalani berbagai uji coba dan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini sudah siap tempur di ISL 2015 yang akan datang.
LApedia - Sebelum Laga resmi Indonesia Super League (ISL) 2015 bergulir, tim kebanggaan warga Lamongan, yaitu Persela membahas tentang pemasukan pendapatan dari harga jual tiket. Managemen Persela dengan penuh optimis dan akuratif membidik pemasukan Rp 2,5 milliar dari tiket. Pencapaian tersebut bisa terjadi, jika setiap laga pertandingan Persela di ISL selalu dipenuhi pendukungnya, yakni LA Mania.
Dengan berkaca pada pemasukan Persela pada musim lalu gagal untuk mencapai Rp 2,5 mililiar. Hal itu disebabkannya dalam jumlah kapasitas minat suporter yang datang langsung ke Stadion Surajaya mengalami penurunan. Kemerosotan tersebut dipengaruhi melemahnya performa tim di putaran kedua ISL 2014. Hingga pencapaian pemasukan musim lalu kurang dari target tujuan.
"Memang pada paruh pertama Persela mampu banyak meraih kemenangan, tetapi pada sesi putaran kedua ISL 2014 inilah penampilan Persela kurang bagus dan sangat mengalami kemerosotan. Dari kapasitas stadion 15 ribu, tiket yang terjual hanya 12 ribu. Penampilan yang mulai melemah itu pengaruhnya ke Penonton atau suporter." tegas Muji Santoso selaku Sekretaris Persela.
Saat itu tim yang berjuluk Laskar Joko Tingkir masih ditukangi Eduard Tjong mampu finis di empat besar ISL wilayah timur, meski tidak mampu lolos di laga babak delapan besar. Persela pun tak mampu banyak berkata pada babak merebut juara ISL 2014 lalu.
Melihat musim lalu yang kurang mencapai target, managemen Persela kembali berdalih bahwa ISL 2015 yang akan bergulir mendatang memungkinkan meraih pendapatan sesuai target dengan angka pemasukan yang signifikan.
"Di musim lalu hampir setiap laga kandang persela, kami mendapatkan 200 juta, tapi itu pendapatan kotor. Proyeksinya sendiri untuk biaya kompetisi mencapai Rp 20 milliar." tegas Muji Santoso lagi.
Dengan 17 pertandingan yang akan dilakoni Persela pada ISL mendatang dengan berubahnya program dua wilayah menjadi satu wilayah, keuntungan disinyalir akan bertambah dan akan melebihi target jika penonton atau pendukung tim biru mudah aktif memadati Surajaya.