Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Tuesday, November 3, 2015

Ternak Kelinci, Omzet Mahasiswa Ini Jutaan Rupiah

Ternak Kelinci, Omzet Mahasiswa Ini Jutaan Rupiah

LApedia - Berawal dari ternak kelinci, Iswandi seorang pemuda asal Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Lamongan, Jawa Timur memperoleh omzet samapi jutaan rupiah. Iswandi juga merupakan seorang mahasiswa ini nekat mengembangbiakkan kelinci lokal atau pedaging untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya serta keluarganya.

Mahasiswa semester akhir Universitas Lamongan ini sudah 3 tahun mengeluti usaha ternak kelinci demi ekonomi keluarga. Ia melakukan peternakan kelinci dengan modal yang diperlukan kecil. Sebenarya Iswandi tidak tahu bakal sukses dalam bidang yang dijalaninya.

Dengan berjalannya waktu hasilnya pun bisa dirasakan, hingga mampu menjanjikan kebutuhan hidupnya. Dalam 1 bulan setiap kelinci yang dikembangbiakkan bisa melahirkan 4 hingga 6 anak kelinci.

Dan dari hasil ternak selama sebulan, Iswandi bisa menjual seratusan kelinci dengan omzet jutaan rupiah. Itu pun menjadikan pemuda sekaligus mahasiswa ini mampu menghidupi keluarganya yang terbilang kurang mampu.

Ia mengatakan bahwa mendapat ide untuk mengembangbiakkan peternakan kelinci berawal dari melihat keadaan dan sosialisasi warga Lamongan yang jarang sekali membiakkan kelinci. Dengan begitu, Ia menekuni sehingga permintaan daging kelinci meningkat.

Seperti yang diliput di Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (7/10/2015), "merawat kelinci-kelinci perlu ketelatenan. Kandang harus dibersihkan 2 hari sekali. Jika tidak, kelinci-kelinci bisa terkena penyakit gatal-gatal," tegas iswandi.

Untuk kesehariannya, Ia pun harus mencari rumput untuk makanan ternaknya. Namun Ia mengkonfirmasi bahwa di musim kemarau sangat kesulitan untuk mencari rumput segar. Namun Ia juga punya solusi yang tepat, yaitu dengan memberi makan kelinci dengan ampas tahu.

Dari keberhasilan Iswandi yang harus bergelut kesehariannya di kandang samping rumahnya, Ia berharap bisa menginspirasi teman mahasiswa lainnya untuk berwirausaha, sehingga bisa membantu orangtua dan membayar kuliah sendiri.

Nah, itulah melalui berwirausaha ternak kelinci, seorang mahasisiwa yang ekonomi keluarganya pas-pasan, mampu meraup omzet jutaan rupiah. Semoga kabar yang bermanfaat ini bisa menginspirasi anda untuk berwirausaha dengan tekun dan ikhlas, serta tidak mudah berputus asa.

Thursday, April 30, 2015

Lamongan Akan Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah


LApedia - Bupati Fadeli mengunjungi Kecamatan Tikung pada Rabu, 14 Januari dan melihat uji coba kerja mesin pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tambakrigadung. Fadeli berani mengklaim bahwa PLTS yang dimiliki Lamongan tersebut adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Fadeli menyampaikan, bahwa Sepanjang pengetahuannya, belum ada tempat lain di Indonesia yang memiliki PLTS. Sehingga PLTS tersebut yang ada di Lamongan ini adalah satu-satunya di Indonesia. Fadeli pun meyakini bahwa pembangunan PLTS tersebut adalah bagian dari inovasi dan wujud nyata Lamongan sebagai Kota Adipura Kencana.

Selain daripada itu, Fadeli bahkan menyebut PLTS tersebut nantinya akan memiliki berbagai kegunaan dan juga manfaat. Mungkin bisa sebagai pembuat pupuk dan bahkan uap hasil pembakarannya yang bisa digunakan untuk industri tahu tempe dan pemotongan ayam. Namun yang utama adalah tetap sebagai penghasil tenaga listrik dari sampah.

Sistemnya, PLTS memiliki kapasitas yang mampu mengolah sampah sebesar 4 ton perjam. Dari 4 ton sampah, 2 ton akan menjadi kompos, 1 ton berupa sampah yang masih bisa dijual lagi dan 1 ton lagi akan diolah menjadi listrik. 

Sukiman selaku Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lamongan, menyebut bahwa mesin PLTS tersebut akan terus disempurnakan. Selain itu dengan memasang inverter dalam waktu dekat dan mendapatkan kapasitas 10 ribu KVA dari hasil penyimpan daya listrik.

Dengan kapasitas produksi yang dijalankan, sampah yang masuk ke TPA sekitar 64 ton setiap harinya dipastikan akan langsung habis diolah. Bahkan bahan baku sampah bisa sulit didapatkan. Meski dengan adanya PLTS dan bahan baku berkurang. namun Ha ini menjadi solusi efektif bagi permasalahan sampah di kalangan msyarakat Lamongan.

Saturday, February 7, 2015

Kota Lamongan Terkepung Banjir


LApedia - Tingginya intensitas hujan yang terjadi dan mengguyur kota Lamongan selama 2 jam-an lebih, membuat sejumlah wilayah dan jalan raya kota Lamongan dikepung oleh banjir, jum'at 6 februari pada sore hari.

Dari berbagai lokasi banjir telah mencapai lutut orang dewasa. Banjir ini membuat sejumlah kendaraan roda dua yang nekat melintasi atau nerobos jalan yang terendam banjir menjadi mogok. Sejumlah jalan protokol di kota Lamongan yang di naungi banjir adalah Jl. Kusuma Bangsa, Jl. Sunan Giri, Jl. Basuki Rahmad dan Jl. Lamong Rejo. 

Tidak hanya banjir yang merendam jalanan, ratusan rumah warga di Perumda Kusuma Bangsa, Perumaha Made serta rumah-rumah warga di jalan Kinameng pun terendam banjir. Karena cuaca yang buruk di akhir-akhir ini, membuat aktifitas warga dan pengguna jalan menjadi terganggu.

Salah satu warga yang bernama Lukman mengungkapkan, bahwa hujan yang terjadi pada jumat sore hari dan hujan untuk kali ini memang sangat deras hingga rumahnya terendam.

Selain pada itu, Lukman memperkirakan banjir bandang yang kerap terjadi dan membanjiri wilayah kota Lamongan ini, akibat dari buruknya suatu saluran drainase, sehingga air tidak bisa mengalir lancar ke sungai. Dari itulah, rumah warga-warga dengan gampang akan terendam banjir saat hujan deras melanda.

Lukman pun mengatakan, "seharusnya pemerintah harus selalu tanggap dengan kondisi yang seperti ini, dengan mengambil langkah memperbaiki saluran drainase secara cepat, sehingga walau hujan sederas pun tidak akan mudah merendam rumah-rumah warga dan banjir pun dengan cepat akan terbuang ke aliran sungai.”ucap Lukman.

Wednesday, February 4, 2015

Pemprov Jatim Berencana Akan Membangun Bandara Alternatif di Lamongan


LApedia - Melihat kondisi Bandara Juanda yang sekarang sangat padat dan jumlah penumpang setiap tahunnya yang terus meningkat, dimana kini telah mencapai sekitar 15,3 juta orang. Padahal, kapasitas terminal yang ada hanya 6,5 juta penumpang per tahun. Jarak kedatangan dan keberangkatan pesawat saat jam sibuk, saking padatnya telah mencapai 1,20 menit. Belum lagi perputaran tahun depan yang dimana telah diprediksi akan terus meningkat memadatnya arus penerbangan.

Menurut Kepala Bappeprov Jatim, Fattah Jasin, bahwa sejumlah penumpang di Bandara Juanda terus meningkat dan dipastikan sekitar 5 juta orang per tahun. Disisi lain kondisi tersebut pun terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Jika lama-lama dibiarkan semua akan tidak terkendali.

Untuk mengatasi jumlah penumpang yang sngat membeludak, salah satu rencana jitu pemprov adalah dengan membangun bandara alternatif  yang dimana sebagai pengembangan Bandara Juanda di wilayah Lamongan. Rencana tersebut pun telah didukung oleh Pergub No.4 Tahun 2013 tentang Tata Ruang Wilayah Provinsi Jatim 2012–2032.

Beberapa alternatif lokasi pun bermunculan, ada Bangkalan dan Gresik yang telah menjadi pilihan alternatif. Namun, kedua wilayah tersebut memiliki kendala tersendiri. Akhirnya setelah mengkaji, pemprov memutuskan memilih wilayah Lamongan.

Fattah mengungkapkan, bahwa posisi Lamongan ini sangat strategis karena termasuk daerah segi tiga emas(Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban). Daerah segi tiga emas ini sudah berkembang pesat di sisi perekonomiannya. Dari segi transportasi, lingkungan, hukum, bahkan dari taraf pasarnya pun sudah terkaji.

Fattah juga mengatakan, untuk mendukung bandara di Lamongan, jaringan jalan tol juga harus dipersiapkan dengan baik. Seperti tol Surabaya-Gresik-Lamongan, harus di tambahkan. Pembangunan Bandara di Lamongan ini bakal didukung oleh akses intermoda transportasi. Seperti taksi, kereta api dan lainnya akan menghubungkan bandara Juanda ke Bandara Lamongan.

Dampak positif jika pembangunan Bandara Lamongan dapat terealisasi, kemungkinanakan adanya pembagian penerbangan. Seperti Bandara Juanda dikhususkan untuk penerbangan internasional saja dan Bandara Lamongan khusus domestik (komersial dan bisnis).

Manfaat dari alternatif ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim, menumbuhkan aktivitas perekonomian yang semakin maju, juga dapat mengurangi angka kemiskinan maupun pengangguran yang ada. Rencana ini sebenarnya akan berjalan dalam jangka waktu panjang. Akan tetapi, semua solusi sudah dipikirkan matang-matang oleh pemprov Jatim.

Tuesday, February 3, 2015

Penderita Demam Berdarah(DBD) di Lamongan Meningkat 100 Persen


LApedia - Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengutarakan bahwa jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah Lamongan kini telah meningkat hingga 100 persen dibanding tahun lalu pada bulan yang sama. wabah DBD ini kebanyakan telah menyerang anak-anak dan balita.

Muhammad Khaidir Annas selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Lamongan, mengungkapkan bahwasanya serangan demam berdarah di wilayah Lamongan sudah merupakan kejadian yang sangat luar biasa. Serangan nyyamuk Aedes Aegypti ini berbahaya disaat musim penghujan terus meningkat dan tersebar di delapan kecamatan yang menjadi endimik demam berdarah dan identik terjangkit.

Mereka yang menjadi pasien, diberi perawatan khusus disejumlah rumah sakit dan puskesmas disetiap kecamatan yang ada di Lamongan, kebanyakan pasien yang terserang demam berdarah adalah anak-anak dengan gejala bintik-bintik merah di tangan maupun di tubuhnya, disertai dengan penurunan jumlah trombosit yang juga meningkat.

Muhammad Khaidir juga mengatakan, pada bulan januari 2014 lau jumlah pasien demam berdarah hanya sekitar 30 orang saja, namun di bulan Januari 2015 ini, pasien meningkat hingga 61 orang. “Ini sangat luar biasa,” kata Khaidir, meningkatnya 2 kali lipat.

Kini Dinas Kesehatan lamongan telah berupaya menghalau serta berusaha mencegah serangan nyamuk dengan melakukan fogging disetiap wilayah yang di anggap endimik, disisi lain memberikan abate secara cuma-cuma guna membunuh nyamuk penyebar demam berdarah tersebut. Unuk mengantisipasinya, semua disalurkan melalui pusksesmas supaya bertambahnya warga yang terjangkit DBD segera berkurang.